Skip to content

LGO79PLAY 🪁 Permainan Tradisional Bukan Sekadar Soal Menang: Mengenali aturan, kebutuhan ruang, dan pola giliran membantu memilih permainan kelompok yang pas untuk suasana dan jumlah pemain

By lgo79play

Before you buy

  • Review the item preview
  • Check software compatibility
  • Read the license terms
  • Check the included files
Already have an account? Sign in
Sign in

Product details

Memilih permainan tradisional untuk dimainkan bersama tidak cukup dengan melihat siapa yang menang. Jumlah pemain, ruang untuk bergerak, dan cara giliran berpindah ikut menentukan apakah aturan permainan mudah diikuti oleh kelompok. Engklek dan congklak menunjukkan dua pola yang berbeda: satu memakai petak dan lompatan, sementara yang lain berpusat pada papan dan biji.

Mulai dari jumlah pemain dan bentuk interaksi

Engklek biasanya dimainkan oleh dua sampai lima orang, sedangkan congklak dimainkan oleh dua orang yang berhadapan [2][3]. Jadi, jika kelompok berisi lebih dari dua pemain, engklek merupakan contoh yang lebih dekat dengan kebutuhan jumlah tersebut. Congklak lebih tepat dipertimbangkan saat permainan memang akan berlangsung antara dua orang.

Nama permainan juga bisa berbeda menurut daerah. Engklek, misalnya, dikenal pula dengan sebutan seperti marpicek, sandah, dende, dan ciplak gunung [2]. Indonesia sendiri memiliki beragam permainan tradisional, dan beberapa permainan dijumpai di lebih dari satu pulau [1]. Karena nama saja belum tentu menjelaskan cara bermain yang akan dipakai, sepakati aturan yang dimaksud sebelum permainan dimulai.

Ruang gerak: petak atau papan?

Engklek memerlukan petak yang digambar di tanah. Pemain melempar gacuk ke salah satu petak, lalu melompat dengan satu kaki melewati petak-petak tanpa menginjak petak yang ditempati gacuk [2]. Dari gerakannya, kebutuhan ruangnya bukan hanya tempat berdiri, melainkan juga bidang untuk susunan petak dan lintasan lompatan.

Congklak memakai papan dengan lubang-lubang kecil dan besar serta biji yang dipindahkan dari satu lubang ke lubang berikutnya [3]. Aktivitasnya berpusat pada papan di antara dua pemain, bukan pada lintasan lompatan. Perbedaan bentuk ini memberi petunjuk praktis: pilih permainan dengan mempertimbangkan ruang yang tersedia dan jenis gerak yang ingin dilakukan kelompok.

Pola giliran perlu jelas

Dalam engklek, gacuk menjadi bagian penting dari aturan: petak yang ditempatinya tidak boleh diinjak. Setelah menyelesaikan satu putaran, pemain berhak memilih petak sebagai "sawah"; pemain lain tidak boleh menginjak petak itu, dan pemenang ditentukan dari jumlah petak yang dimiliki [2]. Sebelum mulai, kelompok dapat menyepakati urutan bermain serta cara menghitung putaran dan petak agar semua memahami batas yang sama.

Pada congklak, pemain memilih lubang di sisinya lalu membagikan biji satu per satu ke lubang berikutnya. Letak biji terakhir menentukan kelanjutan giliran: dalam kondisi tertentu pemain mengambil biji lagi dan meneruskan permainan, sedangkan pada kondisi lain ia berhenti [3]. Karena itu, aturan congklak lebih mudah diikuti jika kelompok memahami alur pembagian biji dan akibat dari tempat biji terakhir jatuh.

Menang bukan satu-satunya ukuran kecocokan

Engklek dimenangkan oleh pemain yang memiliki petak paling banyak, sementara pemenang congklak adalah pemain dengan biji terbanyak [2][3]. Namun, tujuan akhir itu bukan satu-satunya pertimbangan saat memilih. Jika kelompok ingin permainan yang melibatkan beberapa orang bergerak bergantian, engklek bisa dipertimbangkan. Jika pesertanya dua orang dan ruang gerak lebih cocok untuk permainan berpusat pada papan, congklak menawarkan pola yang berbeda.

Pilihan yang pas berawal dari hal-hal sederhana: hitung pemain, periksa ruang yang tersedia, lalu pastikan aturan giliran dapat dipahami bersama. Dengan begitu, perhatian tidak hanya tertuju pada siapa yang menang, tetapi juga pada cara permainan berlangsung dan siapa saja yang dapat ikut bermain.

Sumber

  • [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Daftar permainan Indonesia. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29808891&title=Daftar_permainan_Indonesia (diakses 2026-10-17).
  • [2] Wikipedia bahasa Indonesia — Engklek. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29098927&title=Engklek (diakses 2026-10-17).
  • [3] Wikipedia bahasa Indonesia — Congklak. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29227127&title=Congklak (diakses 2026-10-17).